Bacalah kutipan cerpen berikut. “Hidupku susah, Pak. Ayahku sudah meninggal sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak. Aku tak mungkin merepotkannya lagi. Aku harus melupakan keinginanku untuk bisa sekolah lebih tinggi. Ayahku hanya pegawai rendahan, dia terlalu jujur untuk hidup dengan gaji yang pas-pasan. Tak seperti teman-temannya yang pandai memainkan anggaran kantor. Ayahku berprinsip, buat apa menafkahi anak dan keluarganya dengan cara yang tidak baik. Ayah aku bangga padamu…” Pengarang menggambarkan karakter tokoh ayah dengan cara?

Bacalah kutipan cerpen berikut. “Hidupku susah, Pak. Ayahku sudah meninggal sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak. Aku tak mungkin merepotkannya lagi. Aku harus melupakan keinginanku untuk bisa sekolah lebih tinggi. Ayahku hanya pegawai rendahan, dia terlalu jujur untuk hidup dengan gaji yang pas-pasan. Tak seperti teman-temannya yang pandai memainkan anggaran kantor. Ayahku berprinsip, buat apa menafkahi anak dan keluarganya dengan cara yang tidak baik. Ayah aku bangga padamu…” Pengarang menggambarkan karakter tokoh ayah dengan cara?

A. dialog antartokoh

B. diceritakan tokoh lain

C. ucapan dan perilaku tokoh

 

D. diceritakan langsung pengarang

E. Semua jawaban benar

Jawaban yang benar adalah: B. diceritakan tokoh lain.

Dilansir dari Ensiklopedia, bacalah kutipan cerpen berikut. “hidupku susah, pak. ayahku sudah meninggal sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak. aku tak mungkin merepotkannya lagi. aku harus melupakan keinginanku untuk bisa sekolah lebih tinggi. ayahku hanya pegawai rendahan, dia terlalu jujur untuk hidup dengan gaji yang pas-pasan. tak seperti teman-temannya yang pandai memainkan anggaran kantor. ayahku berprinsip, buat apa menafkahi anak dan keluarganya dengan cara yang tidak baik. ayah aku bangga padamu…” pengarang menggambarkan karakter tokoh ayah dengan cara diceritakan tokoh lain.

Tinggalkan komentar